Wartanews9.online || Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) V Laksda TNI Ali Triswanto, S.E., M.Si., yang diwakili oleh Danpomal Kodaeral V Kolonel Laut (PM) Andre Thomas Alexander, M.Tr.Opsla., menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru Tahun 2026 dalam rangka pengamanan dan pelayanan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lapangan Apel Mapolda Jawa Timur, Surabaya. Kamis (12/3/2026).
Apel gelar pasukan dipimpin oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si. dan diikuti sekitar 700 personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya. Kegiatan ini merupakan pengecekan akhir kesiapan personel, sarana dan prasarana dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 guna menjamin keamanan dan kelancaran arus mudik serta perayaan Idul Fitri di wilayah Jawa Timur.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Gubernur Jawa Timur Dr. Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudi Saladin, M.A., Wakapolda Jatim Brigjen Pol Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H., Kaskogartap III/Surabaya Brigjen TNI (Mar) Danuri, S.M., Kabinda Jatim Brigjen TNI Murbianto Adhy Wibowo, serta sejumlah pejabat TNI, Polri, dan instansi pemerintah daerah.
Dalam amanatnya, Kapolda Jawa Timur menyampaikan bahwa Operasi Ketupat 2026 akan dilaksanakan selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan 161.243 personel gabungan di seluruh Indonesia. Operasi ini bertujuan memastikan keamanan, keselamatan, serta kelancaran mobilitas masyarakat selama arus mudik dan arus balik Lebaran.
Selain itu, diperkirakan potensi pergerakan masyarakat pada musim mudik tahun ini mencapai 143,9 juta orang, sehingga diperlukan kesiapan maksimal dari seluruh unsur pengamanan. Untuk mendukung kelancaran pelayanan, Polri bersama TNI dan instansi terkait telah menyiapkan 2.746 pos pengamanan, yang terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu.
Pengamanan juga difokuskan pada berbagai objek vital seperti masjid, lokasi pelaksanaan salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, serta bandara. Selain itu, aparat juga akan mengantisipasi potensi gangguan keamanan, kemacetan lalu lintas, hingga kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem.
Melalui pelaksanaan apel gelar pasukan ini diharapkan seluruh personel pengamanan dapat meningkatkan sinergitas dan soliditas antarinstansi, sehingga pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 dapat berjalan optimal serta mampu mewujudkan situasi yang aman, tertib, dan kondusif bagi masyarakat dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri.
Demikian berita Dinas Penerangan Kodaeral V.
(Rjl)
dibaca
