Wartanews9.online || Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) V meraih penghargaan dengan predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) pada kegiatan Rapat Pimpinan (Rapim) TNI Angkatan Laut Tahun 2026 yang berlangsung di Auditorium Denma Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur. Rabu (11/2/2026).
Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali kepada Komandan Kodaeral V Laksda TNI Ali Triswanto, S.E., M.Si., sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan konsistensi Kodaeral V dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Predikat WBK merupakan wujud nyata keberhasilan satuan dalam membangun zona integritas menuju wilayah yang bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Sementara itu, capaian PEKPPP mencerminkan optimalisasi kinerja organisasi dalam memberikan pelayanan publik yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Selain Kodaeral V, Satuan Kerja TNI AL yang menerima predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Tahun 2025 yaitu Pasmar 2, Pasmar 3, Disdikal, Rumkital Dr. Midiyato Suratani, Ladokgi Yos Sudarso, serta peraih predikat pelayanan publik yang prima dalam Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) Tahun 2025 diberikan kepada Ladokgi Raden Eddy Martadinata.
Sementara itu, Rapim TNI AL merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah, Rapim Kemhan dan TNI, Rapim TNI-Polri dan Rapim TNI tahun 2026. Dengan mengusung tema “TNI Angkatan Laut Siap Mewujudkan Indonesia Maju dan Berdaulat”, kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyamakan visi, arah kebijakan, serta langkah-langkah konkret dalam menghadapi tantangan pertahanan dan keamanan maritim nasional.
Kasal saat membuka Rapim TNI AL menegaskan bahwa sinergitas dan kesamaan visi adalah fondasi mutlak dalam mewujudkan arahan Presiden, Menteri Pertahanan, dan Panglima TNI.
“Saya menaruh harapan besar kepada seluruh peserta Rapim untuk berkontribusi secara positif melalui diskusi yang tajam, serta melahirkan gagasan yang inovatif dan solutif, demi mewujudkan TNI AL yang modern, berdaya gentar kawasan dan berproyeksi global," tegas Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.
Melalui pelaksanaan Rapim TNI AL Tahun 2026 ini, diharapkan terwujud kesamaan pola pikir, pola sikap, dan pola tindak seluruh jajaran pimpinan, sehingga TNI AL semakin profesional, modern, dan siap menghadapi berbagai tantangan dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Demikian berita Dinas Penerangan Kodaeral V.
(Rjl)
dibaca
