Wartanews9.online || Aksi demontrasi yang digelar oleh Forum Aktifis Madura (FAM) dan Aliansi Masyarakat Desa Bersatu (AMDB) di depan kantor DPRD sampang, selasa 28/10/2025 berakhir ricuh, keadaan tidak kondusif, masa dengan poslisi saling dorong bahkan masa melempar polisi dengan kayu dan benda benda yang ada disekitarnya.
Tidak cukup itu masa melampiaskan kekecewaanya dengan merusak icon kebanggaan sampang Alun-Alun Kab. Sampang yang merupakan tempat referesing masyarakat sampang, juga yang menjadi simbol kemajuan kab. dampang.
kemarahan masa dipicu karena Bupati Sampang H Selamet Junaidi dan Ketua DPRD Rudi Kurniawan dianggap tidak gentel karena tidak menemui masa aksi demontrasi dan dianggap merupakan bentuk ketidak hadiran moral terhadap rakyat sampang
Ada beberapa tuntutan yang disampaikan oleh peserta demonstran :
1. Mengembalikan perangkat desa dan anggota DPD yang deberhentikan secara dan tidak sesuai aturan
2. Mendesak pemerintah daerah segera menegsahkan anggaran pelaksanaan pilkades 2026
3. Menuntut agar pilkades serentak tahun 2026 dilaksakan sesuai jadwa tamoa penundaan.
Masa demonstran akhirnya membubarkan diri setelah wakil bupati menemui perserta aksi dan melakukan dialoq langsung juga menandatangani kesepakatan antara peserta aksi dengan pemerintah kabupaten sampang terhadap tuntutan diatas. (Najib)
dibaca
